Adsense Menu

Free KTP Kaskuser - ktpkaskuser.co.cc

Monday, September 27, 2010

Alessandro Del Piero


Alessandro Del Piero

Alessandro Del Piero
Informasi pribadi
Nama lengkap Alessandro Del Piero
Tanggal lahir 9 November 1974 (umur 35)
Tempat lahir    Conegliano, Veneto, Italia
Tinggi 1.73 m (5 ft 8 in)[1]
Posisi bermain Penyerang kedua
Informasi klub
Klub saat ini Juventus
Nomor 10
Klub junior
19811988
19881991
San Vendemiano
Padova
Klub senior1
Tahun Klub Tampil (Gol)
1991 – 1993
1993 – kini
Padova
Juventus
14 (1)
456 (197)   
Tim nasional2
1993 – 1996
1995 – 2008
Italia U-21
Italia
12 (3)
91 (27)
1 Penampilan dan gol di klub senior
hanya dihitung dari liga domestik dan
akurat per 9 Mei 2010.
2 Penampilan dan gol di tim nasional
akurat per 10 September 2008.



Alessandro Del Piero (lahir November 9, 1974 di Conegliano) adalah seorang pemain sepak bola Italia. Dia biasanya bermain sebagai forward atau antara lini tengah dan striker. Dia bukan tertinggi ke depan, dan lebih dari kreatif maju daripada "pemburu tujuan". Del Piero terkenal karena nya finishing mematikan, dan kemudahan di mana ia menggiring pembela HAM masa lalu. Dia adalah seorang ahli dalam situasi bola mati, dan tampaknya memiliki kemampuan untuk mencapai target hampir dari mana saja di lapangan. Del Piero memulai karir profesionalnya pada tahun 1991 dengan Padova Italia Seri B. Pada tahun 1993, ia dipindahkan ke Juventus, dan telah ada sejak itu.
Dengan klub Turin, ia memenangkan juara Serie A enam kali (1995, 1997, 1998, 2002, 2003, dan 2005), Liga Champions (1996), dan Piala Toyota (1996). musim-Nya yang terbaik adalah pada tahun 1997-98, ketika ia mencetak 21 gol di Serie A dan selesai pencetak gol terbanyak di UEFA Champions League dengan 10 gol, yang termasuk persik dari Freekick melawan Monaco di semifinal. Del Piero berjuang untuk formulir pada awal musim 1998-99, sementara banyak tuduhan doping salah ditujukan padanya. Pada bulan Oktober ia mengambil cedera lutut serius dalam imbang 2-2 dengan Udinese. Hal ini membuatnya absen selama sisa musim. Juventus berjuang tanpa dia dan rumah tertatih-tatih ke suatu tempat 6 rendah pada orang Serie A. Banyak orang menyatakan bahwa Del Piero belum pernah sepenuhnya pulih dari cedera ini, dan karena itu tidak pernah cukup memenuhi potensi ia telah menunjukkan pada usia yang sangat muda. Julukannya adalah Pinturicchio, mengacu pada sebuah lelucon oleh Gianni Agnelli ketika ia meremehkan Del Piero muncul ke master Roberto Baggio secara paralel antara Pinturicchio pelukis sederhana dari Perugia dan Raphael besar. Salah satu kekuatan terbesar Del Piero sebagai pemain sepak bola adalah fleksibilitas, yang memungkinkan dia untuk bermain di berbagai posisi menyerang. Sementara ia mulai bermain klub karirnya sebagai striker penuh, dia sangat cepat matang menjadi peran yang lebih berpengaruh, menduduki posisi penting hanya playmaker di belakang striker. Hal ini di zona ini bahwa kehebatannya sebagai pencipta tujuan datang ke kedepan. kemampuan kreatif Nya dan potensial dimanfaatkan terbaik setelah Marcello Lippi mengambil alih sebagai pelatih Juventus di akhir 1990-an. ketajaman pembinaan tajam Lippi dan kasih-Nya untuk memainkan "trisula" dalam serangan menuntunnya untuk memberikan Del Piero peningkatan peluang untuk memainkan peran bebas dalam posisi Italia seperti untuk memanggil trequartista - yang berbeda playmaker yang bermain tepat di belakang striker , namun tidak cukup di lini tengah. Del Piero sangat cepat membuat posisi ini sendiri, menggabungkan secara efektif dengan orang seperti Zinedine Zidane dan Filippo Inzaghi untuk membentuk kekuatan Juventus pemogokan ultra-kreatif. Kemudian, kemitraan dengan Pavel Nedved di lini tengah dan David dimuka Trezeguet memberikan kontribusi besar terhadap kesuksesan Juve di Italia dan Eropa, sebagai klub menaklukkan dua Scudettos berturut-turut (pada tahun 2002 dan 2003) dan jadi runner-up ke AC Milan di Champions UEFA Liga (2003). Meskipun jumlah besar sukses di tingkat klub, Del Piero umumnya kecewa bermain untuk tim nasional Italia. Datang ke Piala Dunia 1998 dengan harapan besar, dia berkompetisi dengan kipas angin Roberto Baggio favorit untuk tempat, dan memiliki beberapa masalah karena cedera baru-baru ini ia mengambil selama sementara akhir memainkan Champions 'League untuk Juventus. Terutama, ia sangat merindukan beberapa peluang yang jelas melawan Norwegia. Dua tahun kemudian Del Piero menjadi penyebab utama untuk kerugian menit terakhir Italia di final Euro 2000, kembali hilang 2 peluang yang jelas, yang akan membunuh Prancis off. Namun, ia kembali ke kancah internasional di Piala Dunia 2002 di belakang musim yang sangat mengesankan di Serie A, di mana ia memimpin Juventus ke judul. Ia mencetak gol melawan Meksiko untuk mengirim Italia lolos ke putaran kedua, tetapi mereka tidak akan mendapatkan lebih lanjut. Bahkan jika Del Piero adalah salah satu pemain Italia terbaik di turnamen itu ia tidak pernah benar-benar diberi kesempatan yang dia layak. Hal ini terlihat dalam pertandingan putaran kedua melawan Korea Selatan di mana Del Piero digantikan oleh pelatih berpikiran defensif, Giovanni Trapattoni. Del Piero juga bermain untuk tim nasional Italia di Euro 2004. Tapi sekali lagi gagal untuk mengesankan. Setelah Euro 2004, Del Piero yang dihadapi saat-saat sulit setelah mereka digantikan Pelatih Juventus Marcello Lippi dengan Fabio Capello. Capello tidak yakin kemampuan Del Piero dan disukai penandatanganan baru dari Ajax, Zlatan Ibrahimovic. Namun Kapten Juve, melawan dan mencetak 14 gol untuk musim ini, membantu Juventus untuk mereka Scudetto 28. Namun, Fabio Capello masih belum yakin akan kemampuan Del Piero, dan daun dia sering di bangku cadangan meski menunjukkan bentuk besar ketika diberi kesempatan di pertandingan yang kurang penting. Pada 10 Januari 2006 Del Piero menjadi pencetak gol sepanjang masa terkemuka untuk Juventus ketika ia mencetak tiga kali dalam pertandingan melawan Fiorentina cangkir dan mengambil jumlah gol untuk klub ke 185. Pemegang rekor sebelumnya Giampiero Boniperti, yang mencetak gol 182 bagi klub.
sumber wikipedia

Pemilihan Miss Mafia Harus Cantik,Bertato dan terkait kriminal




Kontes Miss Universe dan Miss World punya saingan, Miss Mafia. Tergambar dari nama kontesnya, peserta memang diwajibkan punya pengalaman dan terkait dengan dunia mafia.

Sebuah panitia membuka pendaftaran bagi perempuan cantik yang mau ikut kontes ekslusif. Dilansir dari situs orange.co.uk edisi Jumat 10 September 2010, konteks ini punya syarat khusus, yakni terdaftar dan terfoto di kantor polisi karena melakukan tindak kriminal.





Foto ini menjadi syarat penting untuk melihat latar belakang para kontestan yang harus dimuat saat mendaftar di website panitia.

Tak cukup dengan itu, syarat lainnya yang harus diserahkan kepada juri di Budapest, Hongaria, termasuk pasal yang pernah dijeratkan kepada kontestan dan berapa lama para wanita ini menghabiskan waktu di bar.


Salah satu finalis bernama Anna mengatakan,” Saya diberitahu teman-teman beberapa kali untuk ikut serta kontes kecantikan yang lain. Tapi, saya tak mau karena mereka mensyaratkan pengalaman di dunia kriminal.”


Hadiah yang ditawarkan cukup menggiurkan, sebuah mobil dan apartemen di Budapest. Tahap final kontes ini akan dilaksanakan di sebuah bar yang pernah dibom dalam perang antarmafia.


“Kami punya (peserta) pencuri, mata-mata, anggota perampok bank, dan penipu. Itu pasti jadi malam yang menyenangkan,” kata salah satu panitia.


Salah satu foto kontestan yang mendaftar memiliki tato di sekujur tubuh. Berpakaian seksi, kecantikan wanita ini tak kalah dengan peserta Miss Universe atau Miss World.



sumber unic77.tk

Tuesday, September 21, 2010

Tan Malaka


Tan Malaka atau Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka (lahir di Nagari Pandan GadangSulikiSumatera Barat19 Februari 1896 – meninggal di DesaSelopanggungKediriJawa Timur16 April 1949 pada umur 53 tahun[1]) adalah seorang aktivis pejuang nasionalis Indonesia, seorang pemimpin komunis, dan politisi yang mendirikan Partai Murba. Pejuang yang militan, radikal dan revolusioner ini banyak melahirkan pemikiran-pemikiran yang berbobot dan berperan besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dengan perjuangan yang gigih maka ia dikenal sebagai tokoh revolusioner yang legendaris.
Dia kukuh mengkritik terhadap pemerintah kolonial Hindia-Belanda maupun pemerintahan republik di bawah Soekarno pasca-revolusi kemerdekaan Indonesia. Walaupun berpandangan komunis, ia juga sering terlibat konflik dengan kepemimpinan Partai Komunis Indonesia (PKI).
Tan Malaka menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam pembuangan di luar Indonesia, dan secara tak henti-hentinya terancam dengan penahanan oleh penguasa Belanda dan sekutu-sekutu mereka. Walaupun secara jelas disingkirkan, Tan Malaka dapat memainkan peran intelektual penting dalam membangun jaringan gerakan komunis internasional untuk gerakan anti penjajahan di Asia Tenggara. Ia dinyatakan sebagai "Pahlawan revolusi nasional" melalui ketetapan parlemen dalam sebuah undang-undang tahun 1963.[rujukan?]
Tan Malaka juga seorang pendiri partai Murba, berasal dari Sarekat Islam (SI) Jakarta dan Semarang. Ia dibesarkan dalam suasana semangatnya gerakan modernis Islam Kaoem Moeda di Sumatera Barat.
Tokoh ini diduga kuat sebagai orang di belakang peristiwa penculikan Sutan Sjahrir bulan Juni 1946 oleh "sekelompok orang tak dikenal" di Surakarta sebagai akibat perbedaan pandangan perjuangan dalam menghadapi Belanda.[2]


Saat berumur 16 tahun, 1912, Tan Malaka dikirim ke Belanda.[sunting]
Riwayat

  • Tahun 1919 ia kembali ke Indonesia dan bekerja sebagai guru disebuah perkebunan di Deli. Ketimpangan sosial yang dilihatnya di lingkungan perkebunan, antara kaum buruh dan tuan tanah menimbulkan semangat radikal pada diri Tan Malaka muda.
  • Tahun 1921, ia pergi ke Semarang dan bertemu dengan Semaun dan mulai terjun ke kancah politik
  • Saat kongres PKI 24-25 Desember 1921, Tan Malaka diangkat sebagai pimpinan partai.
  • Januari 1922 ia ditangkap dan dibuang ke Kupang.
  • Pada Maret 1922 Tan Malaka diusir dari Indonesia dan mengembara ke BerlinMoskwa dan Belanda.

[sunting]Perjuangan

Pada tahun 1921 Tan Malaka telah terjun ke dalam gelanggang politik. Dengan semangat yang berkobar dari sebuah gubuk miskin, Tan Malaka banyak mengumpulkan pemuda-pemuda komunis. Pemuda cerdas ini banyak juga berdiskusi dengan Semaun (wakil ISDV) mengenai pergerakan revolusioner dalam pemerintahan Hindia Belanda. Selain itu juga merencanakan suatu pengorganisasian dalam bentuk pendidikan bagi anggota-anggota PKI dan SI (Sarekat Islam) untuk menyusun suatu sistem tentang kursus-kursus kader serta ajaran-ajaran komunis, gerakan-gerakan aksi komunis, keahlian berbicara, jurnalistik dan keahlian memimpin rakyat. Namun pemerintahan Belanda melarang pembentukan kursus-kursus semacam itu sehingga mengambil tindakan tegas bagi pesertanya.
Melihat hal itu Tan Malaka mempunyai niat untuk mendirikan sekolah-sekolah sebagai anak-anak anggota SI untuk penciptaan kader-kader baru. Juga dengan alasan pertama: memberi banyak jalan (kepada para murid) untuk mendapatkan mata pencaharian di dunia kapitalis (berhitung, menulis, membaca, ilmu bumi, bahasa Belanda, Melayu, Jawa dan lain-lain); kedua, memberikan kebebasan kepada murid untuk mengikuti kegemaran mereka dalam bentuk perkumpulan-perkumpulan; ketiga, untuk memperbaiki nasib kaum miskin. Untuk mendirikan sekolah itu, ruang rapat SI Semarang diubah menjadi sekolah. Dan sekolah itu bertumbuh sangat cepat hingga sekolah itu semakin lama semakin besar.
Perjuangan Tan Malaka tidaklah hanya sebatas pada usaha mencerdaskan rakyat Indonesia pada saat itu, tapi juga pada gerakan-gerakan dalam melawan ketidakadilan seperti yang dilakukan para buruh terhadap pemerintahan Hindia Belanda lewat VSTP dan aksi-aksi pemogokan, disertai selebaran-selebaran sebagai alat propaganda yang ditujukan kepada rakyat agar rakyat dapat melihat adanya ketidakadilan yang diterima oleh kaum buruh.
Seperti dikatakan Tan Malaka pada pidatonya di depan para buruh “Semua gerakan buruh untuk mengeluarkan suatu pemogokan umum sebagai pernyataan simpati, apabila nanti menglami kegagalan maka pegawai yang akan diberhentikan akan didorongnya untuk berjuang dengan gigih dalam pergerakan revolusioner”.
Pergulatan Tan Malaka dengan partai komunis di dunia sangatlah jelas. Ia tidak hanya mempunyai hak untuk memberi usul-usul dan dan mengadakan kritik tetapi juga hak untuk mengucapkan vetonya atas aksi-aksi yang dilakukan partai komunis di daerah kerjanya. Tan Malaka juga harus mengadakan pengawasan supaya anggaran dasar, program dan taktik dari Komintern (Komunis Internasional) dan Profintern seperti yang telah ditentukan di kongres-kongres Moskwa diikuti oleh kaum komunis dunia. Dengan demikian tanggung-jawabnya sebagai wakil Komintern lebih berat dari keanggotaannya di PKI.
Sebagai seorang pemimpin yang masih sangat muda ia meletakkan tanggung jawab yang sangat berat pada pundaknya. Tan Malaka dan sebagian kawan-kawannya memisahkan diri dan kemudian memutuskan hubungan dengan PKISardjono-Alimin-Musso.
Pemberontakan 1926 yang direkayasa dari Keputusan Prambanan yang berakibat bunuh diri bagi perjuangan nasional rakyat Indonesia melawan penjajah waktu itu. Pemberontakan 1926 hanya merupakan gejolak kerusuhan dan keributan kecil di beberapa daerah di Indonesia. Maka dengan mudah dalam waktu singkat pihak penjajah Belanda dapat mengakhirinya. Akibatnya ribuan pejuang politik ditangkap dan ditahan. Ada yang disiksa, ada yang dibunuh dan banyak yang dibuang ke Boven DigoelIrian Jaya. Peristiwa ini dijadikan dalih oleh Belanda untuk menangkap, menahan dan membuang setiap orang yang melawan mereka, sekalipun bukan PKI. Maka perjaungan nasional mendapat pukulan yang sangat berat dan mengalami kemunduran besar serta lumpuh selama bertahun-tahun.
Tan Malaka yang berada di luar negeri pada waktu itu, berkumpul dengan beberapa temannya di Bangkok. Di ibu kota Thailand itu, bersama Soebakat dan Djamaludddin Tamin, Juni 1927 Tan Malaka memproklamasikan berdirinya Partai Republik Indonesia (PARI). Dua tahun sebelumnya Tan Malaka telah menulis "Menuju Republik Indonesia". Itu ditunjukkan kepada para pejuang intelektual di Indonesia dan di negeri Belanda. Terbitnya buku itu pertama kali di KowloonHong Kong, April 1925.
Prof. Mohammad Yamin, dalam karya tulisnya "Tan Malaka Bapak Republik Indonesia" memberi komentar: "Tak ubahnya daripada Jefferson Washington merancangkan Republik Amerika Serikat sebelum kemerdekaannya tercapai atau Rizal Bonifacio meramalkan Philippina sebelum revolusi Philippina pecah…."

[sunting]Madilog

Madilog merupakan istilah baru dalam cara berpikir, dengan menghubungkan ilmu bukti serta mengembangkan dengan jalan dan metode yang sesuai dengan akar dan urat kebudayaan Indonesia sebagai bagian dari kebudayaan dunia. Bukti adalah fakta dan fakta adalah lantainya ilmu bukti. Bagi filsafat, idealisme yang pokok dan pertama adalah budi (mind), kesatuan, pikiran dan penginderaan. Filsafat materialisme menganggap alam, benda dan realita nyata obyektif sekeliling sebagai yang ada, yang pokok dan yang pertama.
Bagi Madilog (MaterialismeDialektikaLogika) yang pokok dan pertama adalah bukti, walau belum dapat diterangkan secara rasional dan logika tapi jika fakta sebagai landasan ilmu bukti itu ada secara konkrit, sekalipun ilmu pengetahuan secara rasional belum dapat menjelaskannya dan belum dapat menjawab apa, mengapa dan bagaimana.
Semua karya Tan Malaka dan permasalahannya didasari oleh kondisi Indonesia. Terutama rakyat Indonesia, situasi dan kondisi nusantara serta kebudayaan, sejarah lalu diakhiri dengan bagaimana mengarahkan pemecahan masalahnya. Cara tradisi nyata bangsa Indonesia dengan latar belakang sejarahnya bukanlah cara berpikir yang teoritis dan untuk mencapai Republik Indonesia sudah dia cetuskan sejak tahun 1925 lewat Naar de Republiek Indonesia.
Jika membaca karya-karya Tan Malaka yang meliputi semua bidang kemasyarakatan, kenegaraan, politik, ekonomi, sosial, kebudayaan sampai kemiliteran (Gerpolek-Gerilya-Politik dan Ekonomi, 1948), maka akan ditemukan benang putih keilmiahan dan ke-Indonesia-an serta benang merah kemandirian, sikap konsisten yang jelas dalam gagasan-gagasan serta perjuangannya.

[sunting]Pahlawan

Peristiwa 3 Juli 1946 yang didahului dengan penangkapan dan penahanan Tan Malaka bersama pimpinan Persatuan Perjuangan, di dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. Setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948 dengan pimpinan Musso dan Amir Syarifuddin, Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara akibat peristiwa itu.
Di luar, setelah mengevaluasi situasi yang amat parah bagi Republik Indonesia akibat Perjanjian Linggajati 1947 dan Renville 1948, yang merupakan buah dari hasil diplomasi Sutan Syahrir dan Perdana Menteri Amir Syarifuddin, Tan Malaka merintis pembentukan Partai MURBA7 November 1948 di Yogyakarta.
Pada tahun 1949 tepatnya bulan Februari Tan Malaka hilang tak tentu rimbanya, mati tak tentu kuburnya di tengah-tengah perjuangan bersama Gerilya Pembela Proklamasi di PethokKediriJawa Timur. Tapi akhirnya misteri tersebut terungkap juga dari penuturan Harry A. Poeze, seorang Sejarawan Belanda yang menyebutkan bahwa Tan Malaka ditembak mati pada tanggal 21 Februari 1949 atas perintah Letda Soekotjo dari Batalyon Sikatan, Divisi Brawijaya[1].
Direktur Penerbitan Institut Kerajaan Belanda untuk Studi Karibia dan Asia Tenggara atau KITLV, Harry A Poeze kembali merilis hasil penelitiannya, bahwa Tan Malaka ditembak pasukan TNI di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri pada 21 Februari 1949.
Namun berdasarkan keputusan Presiden RI No. 53, yang ditandatangani Presiden Soekarno 28 Maret 1963 menetapkan bahwa Tan Malaka adalah seorang pahlawan kemerdekaan Nasional.

[sunting]Tan Malaka dalam fiksi


Sampul Majalah Tempo dengan Tan Malaka
Dengan julukan Patjar Merah Indonesia Tan Malaka merupakan tokoh utama beberapa roman picisan yang terbit di Medan. Roman-roman tersebut mengisahkan petualangan Patjar Merah, seorang aktivis politik yang memperjuangkan kemerdekaan Tanah Air-nya, Indonesia, dari kolonialisme Belanda. Karena kegiatannya itu, ia harus melarikan diri dari Indonesia dan menjadi buruan polisi rahasia internasional.
Salah satu roman Patjar Merah yang terkenal adalah roman karangan Matu Mona yang berjudul Spionnage-Dienst (Patjar Merah Indonesia). Nama Pacar Merah sendiri berasal dari karya Baronesse Orczy yang berjudul Scarlet Pimpernel, yang berkisah tentang pahlawan Revolusi Prancis.
Dalam cerita-cerita tersebut selain Tan Malaka muncul juga tokoh-tokoh PKI dan PARI lainnya, yaitu Muso (sebagai Paul Mussotte), Alimin (Ivan Alminsky), Semaun (Semounoff), Darsono (Darsnoff), Djamaluddin Tamin (Djalumin) dan Soebakat (Soe Beng Kiat).
Kisah-kisah fiksi ini turut memperkuat legenda Tan Malaka di Indonesia, terutama di Sumatera.
Beberapa judul kisah Patjar Merah:
  • Matu Mona. Spionnage-Dienst (Patjar Merah Indonesia). Medan (1938)
  • Matu Mona. Rol Patjar Merah Indonesia cs. Medan (1938)
  • Emnast. Tan Malaka di Medan. Medan (1940)
  • Tiga kali Patjar Merah Datang Membela (1940)
  • Patjar Merah Kembali ke Tanah Air (1940)

[sunting]Buku



  • Menuju Republik Indonesia
  • Dari Pendjara ke Pendjara, autobiografi
  • Madilog
  • Gerpolek


sumber  wikipedia

[sunting]

Adolf Hitler - Sudut Kisah Yang Jarang Kita Dengar..


Penghormatanku kepada lelaki agung, Adolf Hitler, semoga ada sepertinya di zaman ini...
 
 
Aku berbual dengan seorang ahli keluarga yang sedang menamatkan tesis PhD beliau dan aku amat terperanjat apabila beliau nyatakan tesis beliau berkaitan Adolf Hitler, pemimpin Nazi. Maka aku katakan "Takkan dah habis semua tokoh Islam di dunia ini sampai kamu memilih si bodoh ini dijadikan tajuk?"

Beliau ketawa lalu bertanya apa yang aku ketahui tentang Hitler.

Aku lalu menjawab bahawa Hitler seorang pembunuh yang membunuh secara berleluasa dan meletakkan German mengatasi segala-galanya...lalu dia bertanya dari mana sumber aku. Aku menjawab sumberku dari TV pastinya.

Lalu dia berkata : " Baiklah, pihak British telah melakukan lebih dahsyat dari itu...pihak Jepun semasa zaman Emperor mereka juga sama...tapi kenapa dunia hanya menghukum Hitler dan meletakkan kesalahan malahan memburukkan nama Nazi seolah-olah Nazi masih wujud hari ini sedangkan mereka melupakan kesalahan pihak British kepada Scotland, pihak Jepun kepada dunia dan pihak Afrika Selatan kepada kaum kulit hitam mereka?"

Aku lantas meminta jawapan dari beliau. Beliau menyambung : "Ada dua sebab - 

1. Prinsip Hitler berkaitan Yahudi, Zionisme dan penubuhan negara Israel. Hitler telah melancarkan Holocaust untuk menghapuskan Yahudi kerana beranggapan Yahudi akan menjahanamkan dunia pada suatu hari nanti.

2. Prinsip Hitler berkaitan Islam. Hitler telah belajar sejarah kerajaan terdahulu dan umat yang lampau, dan beliau telah menyatakan bahawa ada tiga tamadun yang terkuat, iaitu Parsi, Rome dan Arab. Ketiga-tiga tamadun ini telah menguasai dunia satu ketika dulu dan Parsi serta Rome telah mengembangkan tamadun mereka hingga hari ini, manakala Arab pula lebih kepada persengketaan sesama mereka sahaja. Beliau melihat ini sebagai satu masalah kerana Arab akan merosakkan Tamadun Islam yang beliau telah lihat begitu hebat satu ketika dulu.

Atas rasa kagum beliau pada Tamadun Islam, beliau telah mencetak risalah berkaitan Islam dan diedarkan kepada tentera Nazi semasa perang, walaupun kepada tentera yang bukan Islam.

Beliau juga telah meberi peluang kepada tentera German yang beragama Islam untuk menunaikan solat ketika masuk waktu di mana jua...bahkan tentera German pernah bersolat di dataran Berlin dan Hitler ketika itu mennggu sehingga mereka tamat solat jemaah untuk menyampaikan ucapan beliau...



Hitler juga sering bertemu dengan para Ulamak dan meminta pendapat mereka serta belajar dari mereka tentang agama dan kisah para sahabat dalam mentadbir...

Beliau juga meminta para Sheikh untuk mendampingi tentera beliau bagi mendoakan mereka yang bukan Islam dan memberi semangat kepada yang beragama Islam untuk membunuh Yahudi...



Seorang tentera Nazi melekatkan gambar Mufti Al-Quds

Semua maklumat ini ialah hasil kajian sejarah yang dilakukan oleh saudara aku untuk tesis PhD beliau dan beliau meminta aku tidak menokok tambah apa-apa supaya tidak menyusahkan beliau untuk membentangkannya nanti. Beliau tidak mahu aku campurkan bahan dari internet kerana aku bukan pakar bidang sejarah. Tetapi gambar-gambar yang ada di sini sudah lama tersebar dan semua orang boleh melihatnya di internet.

Aku juga sedaya upaya mencari maklumat tambahan di internet dan berjumpa beberapa perkara :

1: Pengaruh Al-Quran di dalam ucapan Hitler.
Ketika tentera Nazi tiba di Moscow, Hitler berhajat menyampaikan ucapan. Dia memerintahkan penasihat-penasihatnya untuk mencari kata-kata pembukaan yang hebat tak kira dari kitab agama, kata-kata ahli falsafah ataupun dari bait syair. Seorang sasterawan Iraq yang bermastautin di German mencadangkan ayat Al-Quran :

(اقتربت الساعة وانشق القمر) bermaksud : Telah hampir Hari Kiamat dan bulan akan terbelah...

Hitler berasa kagum dengan ayat ini dan menggunakannya sebagai kalam pembukaan dan isi kandungan ucapan beliau. Memang para ahli tafsir menghuraikan bahawa ayat tersebut bermaksud kehebatan, kekuatan dan memberi maksud yang mendalam.

Perkara ini dinyatakan oleh Hitler di dalam buku beliau Mein Kampfyang ditulis di dalam penjara bahawa banyak aspek tindakan beliau berdasarkan ayat Al-Quran, khususnya yang berkaitan tindakan beliau ke atas Yahudi...


2. Hitler bersumpah dengan nama Allah yang Maha Besar

Hitler telah memasukkan sumpah dengan nama Allah yang Maha Besar di dalam ikrar ketua tenteranya yang akan tamat belajar di akademi tentera German.

" Aku bersumpah dengan nama Allah (Tuhan) yang Maha Besar dan ini ialah sumpah suci ku,bahawa aku akan mentaati semua perintah ketua tentera German dan pemimpinnya Adolf Hitler, pemimpin bersenjata tertinggi, bahawa aku akan sentiasa bersedia untuk berkorban dengan nyawaku pada bila-bila waktu demi pemimpin ku"



3. Hitler telah enggan meminum beer (arak) pada ketika beliau gementar semasa keadaan German yang agak goyah dan bermasalah. Ketika itu para doktor mencadangkan beliau minum beer sebagai ubat dan beliau enggan, sambil mangatakan " Bagaimana anda ingin suruh seseorang itu minum arak untuk tujuan perubatan sedangkan beliau tidak pernah seumur hidupnya menyentuh arak?"

Ya, Hitler tidak pernah menjamah arak sepanjang hayat beliau...minuman kebiasaan beliau ialah teh menggunakan uncang khas...


Bukanlah tujuan penulisan ini untuk membela apa yang dilakukan oleh Hitler, tetapi ianya bertujuan untuk menyingkap apa yang disembunyikan oleh pihak Barat. Semoga kita semua beroleh manfaat.




sumber euforia blogger


 

© Copyright by pinturithio | Template by BloggerTemplates | Blog Templates at Fifa World